Penggalan Kisah Lalu *kayak judul lagu >_<"

Selasa kemaren saya sudah masuk kuliah seperti biasa. sepertinya semester ini harus benar-benar berusaha lebih keras kalau mau cepat beres kuliah saya 😀

minggu pertama masuk beberapa dosen sepertinya memutuskan belum memulai perkuliahan secara normal, sebagian dosen hanya menjelaskan perkiraan bahan-bahan untuk kuliah selama satu semester ini, namun ada juga dosen yang langsung memulai membahas materi kuliah. 🙂

Jika melihat jadwal kuliah saya, sepertinya hari yang paling padat adalah hari selasa, dimana saya harus menghadapi 4 mata kuliah secara berturut-turut dimulai kira-kira dari pukul 11 siang hingga pukul 9 malam… bagaimanapun saya harus semangat 😀

Ketika mengikuti salah satu kuliah di hari selasa, seorang dosen membuat saya menyadari satu hal, bahwa kita tidak bisa mengulang kejadian-kejadian dimasa lalu, kita hanya bisa mengingat dan mengenangnya. Bagaimana kisah perjalanan hidup kita ketika memasuki masa kanak-kanak, remaja dan kemudian menjadi dewasa. Dalam tahap-tahapnya kita mengalami berbagai macam kejadian yang mungkin pada saat itu tidak kita anggap sebagai sesuatu yang penting, namun ketika kita telah jauh melewati masa-masa itu, kita akan terkenang dan mulai merindukan saat seperti itu. terutama dimasa-masa remaja yang kata orang adalah masa yang paling indah. saya mungkin sekarang berada dipenghujung masa itu dan mulai memasuki prase menjadi seorang wanita dewasa…*halah.. ;p dan mungkin masih sangat lekat dalam ingatan saya hal-hal apa saja yang terjadi ketika saya mulai memasuki usia remaja dan menjadi remaja. namun entah suatu saat, bisa saja saja saya melupakan saat-saat itu, saat dimana ego saya menjadi sangat tinggi, saat pipi saya merona karena bisa mencuri-curi pandang pada cowok kelas sebelah, saat saya mulai memiliki sahabat dan berlaku sedikit gila bersama mereka seakan-akan dunia ini hanya milik saya dan sahabat-sahabat saya, yang lain ngontrak ;p, ketika saya berusaha bangun pagi dan melewati jalan yang sedikit jauh ketika pergi sekolah hanya agar saya bisa berpapasan dengan si gebetan yang berasal dari sekolah lain atau ketika saya bertengkar dengan orang tua saya karena  ketahuan menyelinap pergi ke pelabuhan hanya demi mengantar pacar yang waktu itu akan pergi keluar daerah, yang kalau dipikir-pikir tidak seharusnya saya melakukan hal itu tanpa izin orang tua…haha semua orang pernah salah kawan..namun saya yakin entah besok, setahun, bahkan 60 tahun kemudian kita akan menyadari bahwa ego kita kadang menjerumuskan kita dalam pemikiran yang egois, hingga muncul pemahaman, saya yang benar dan dia yang salah, tanpa perduli akan kebenaran itu sendiri.

Dan saya merasa beruntung menjadi gadis yang lumayan rajin mencatat kisah-kisah itu didalam buku harian, hingga saya masih bisa tertawa dan merasa geli ketika membacanya kembali, ketika kisah-kisah tersebut telah lama berlalu.

Saya sangat memahami ketika dosen saya itu sedikit curhat, bagaimana sedihnya beliau ketika saksi penggalan kisah hidup pada masa remaja tersebut harus hilang entah kemana. dan saya merasa sangat beruntung karena masih menyimpan dengan baik buku-buku catatan harian saya, walau pada kenyataannya buku-buku tersebut sudah bukan hanya menjadi rahasia kecil saya lagi, karena seperti yang pernah saya ceritakan, diary saya dibaca seseorang, entah itu ibu atau adik saya Y_Y”

Dari mendengarkan kata-kata ibu dosen yang diam-diam mulai saya kagumi itu, saya bertekad bahwa saya sepertinya harus menyimpan kenangan-kenangan tersebut dengan baik, bagaimanapun sebagian kisah hidup saya berada disitu, setidaknya ketika saya remaja. dan mungkin suatu saat ketika saya sudah tua dan mulai pikun *semoga saya masih bisa membaca dengan baik  ;p *… buku-buku yang dulu tidak saya anggap penting itu bisa kembali mengingatkan saya, tentang bagaimana saya melewati masa-masa muda saya…lol >_<“

Nb: Terima kasih kepada ibu dosen yang telah memberikan inspirasi pada saya 😀

Advertisements