Buku

Kira-kira seminggu yang lalu saya dan Rangga pergi ke sebuah toko buku yang ada di salah satu pusat perbelanjaan  besar di bilangan Slipi. saya, seperti biasa sibuk dengan dunia sendiri, “mencari-cari buku bagus”, walaupun sebenarnya belum tentu juga saya beli. 🙂

ketika mampir ke rak buku baru, saya tersenyum karena disana saya menemukan satu buku baru karangan Natsuo Kirino, pengarang wanita jepang yang novelnya berjudul ” Out ” merupakan salah satu buku favorit saya. dan kali ini Natsuo Kirino mengarang novel yang jenisnya sama dengan novel sebelumnya, mengangkat tentang misteri dari suatu kasus pembunuhan. judul bukunya kali ini adalah Grotesqu.

Entah apa artinya dari kata itu, tapi rasanya ingin teriak…”woooooaaaahh saya sukaaaaa!!!” ya saya sangat suka novel yang seperti ini.. 🙂

“ingin beli ingin beli !!” begitulah kata hati saya. Namun seketika wajah tersenyum saya berubah menjadi kecut…uppsss…tidak ada jatah untuk beli buku bulan ini.. 😦 sepertinya saya harus sedikit lebih sabar..hiks… 😦

Grotesque

Saya sebetulnya adalah orang yang suka membaca, terutama novel. Hal ini saya sadari sepertinya sudah muncul semenjak saya duduk di bangku SD. mungkin juga ini merupakan akibat dari perbuatan ibu saya..hehe…

Ibu saya bekerja sebagai seorang guru SD, dahulu ketika saya kecil, ibu saya sering sekali membawakan buku cerita yang ia pinjam dari perpustakaan sekolahnya. Dan biasanya ia membacakan buku-buku tersebut menjelang jadwal tidur siang. Saya masih ingat sekali dulu beliau sering membawakan buku-buku dongeng, cerita rakyat indonesia, serta cerita rakyat dari seluruh dunia. Kebanyakan dari buku-buku tersebut merupakan buku cerita bergambar. ya, anak-anak biasanya memang menyukai buku yang memiliki gambar menarik 🙂 . Ketika saya sudah bisa membaca saya mulai membaca sendiri buku-buku yang beliau bawakan. dan saya rasa inilah awal mulanya saya suka membaca buku.

Tentang novel, saya ingat saya mulai membaca novel ketika saya duduk di bangku kelas 4 SD. Novel pertama yang saya baca adalah sebuah karya dari karya sastra pujangga baru yaitu Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, novel ini saya pinjam dari perpustakaan sekolah saya. Saya juga membaca Anak Perempuan di Sarang Penyamun dengan pengarang yang sama serta beberapa judul novel klasik lainnya. Sayangnya saya lupa novel apa lagi yang sudah saya baca ketika saya SD..hahahaa saya ini sedikit pelupa… :p

Wah gara-gara mengingat tentang karya sastra klasik, tiba-tiba saya ingin sekali membaca karya-karya sastra klasik indonesia, hahaha ;p

Selain buku, saya juga suka membaca petunjuk pemakaian atau keterangan produk yang biasanya tercantum di bagian belakang dari suatu produk, contohnya shampo..ahahaha semoga ini bukan kesukaan yang aneh yah… ;p

 

Advertisements