Pap

Maaf ayah di hari lahirmu tahun ini, aku masih hanya bisa mengucapkan selamat dan mengucapkan permintaan maaf seperti tahun” sebelumnya, karena tahun inipun aku masih belum bisa jadi anak gadis kebanggaanmu ayah. Walau aku tahu kau selalu bangga dengan apapun yang aku lakukan. Maaf ayah di usiamu yang memasuki senja ini, aku masih sering mengecewakan kau dan ibu. Di usiamu sekarang harusnya kau dan ibu bisa menikmati jerih payahmu selama ini, tapi ayah kenyataannya, kau masih berjuang buat kami anak”mu. Maaf ayah harusnya di usiamu sekarang kau bisa duduk manis dikursi sambil membaca Koran bersama ibu dalam ketenangan, bukan tenggelam dalam kesibukanmu mencari nafkah demi memastikan anak”mu bisa tetap bersekolah dan dapur ibu tetap mengebulkan asap. Aku tahu ayah apa yang kau usahakan demi aku dan adik”ku.. Aku tahu ayah kerut yang bertambah dikeningmu setiap aku pulang dan bertemu denganmu Aku tahu ayah bagaimana khwatirnya hatimu setiap pergantian semester datang Aku tahu kekhwatiranmu ayah, “apa anak”ku bisa melanjutkan pendidikan semester ini”? Aku tahu bagaimana kau berlari kesana kemari meminjam rupiah jika yang kau miliki tak cukup untuk kami dan dapur ibu Aku tahu ayah betapa sabarnya kau menahan semua keinginanmu demi aku dan adik-adikku Aku saat ini hanya meminta pada kau dan ibu, tapi belum satupun yang aku beri padamu ayah.. Seorang teman bertanya padaku, apa hal yang paling berharga buat mu? Aku tak bisa menjawabnya ayah, karena aku belum mendapatkan hal itu. Hal yang paling berharga yang aku ingin dapatkan adalah membahagiakan kau dan ibu Tapi ayah, rasanya itu belum aku lakukan Aku tahu ayah dibalik kerasnya sikapmu mendidik kami, kau tak ingin kami menjadi anak yang cengeng Ayah aku ingat ketika kau mengantarkanku ke jkt, betapa bangganya kau bisa mengantarku keperguruan tinggi..senyummu selalu tersungging ketika org bertanya padamu tentang aku… Aku tau bersama senyummu itu kau bawa harapan bahwa suatu hari aku akan jadi gadis yang berhasil, gadis yang kuat,anak gadismu yang kau banggakan ayah.. Tapi ayah apa yang ku lakukan untukmu…aku sibuk dengan duniaku sendiri..aku lupa bahwa aku bisa disini adalah karena tetes keringat kerja kerasmu… Kadang aku menjadi anak mu yang tak bersyukur, karena aku masih sering mengeluh dan selalu merasa kurang atas apa yang telah kau dan ibu beri…aku selalu merengek seperti orang bodoh Tapi kau tak pernah begitu ayah Bahkan ketika kau benar benar kesulitan Kau pernah tak menangis, tak sedikitpun airmata yang pernah kau tunjukan padaku ayah…dan tak banyak keluh kesah yang kudengar dari mulutmu.. Doaku ayah…kau dan ibu selalu sehat, dicukupi kebahagian, dicukupi rezeki dan Allah selalu menjaga kalian… Agar nanti kau dan ibu dapat melihat aku dan adik”ku berdiri dikaki kami sendiri, dan membalas setiap tetes keringat dan airmata kalian.. Aku sungguh mencintai kau dan ibu…

Advertisements