Saya Suka Hewan :)

Sukakah kalian pada hewan? Mungkin bagi beberapa orang hewan merupakan hal yang menakutkan dan terkadang menjijikkan. Entah cakarnya, bisanya, bentuknya, bahkan bisa pula kulitnya. Bagi sebagian orang yang memiliki phobia terhadap hewan tertentu, tentu rasanya malas untuk dekat-dekat dengan sumber ketakutan tersebut. Jangankan untuk memegang, kadang melihat atau bahkan mendengar namanya saja sudah membuat bergidik. Benar kan? πŸ˜€ Seperti yang terjadi dengan partner saya, dia sangat jijik dengan hewan melata dan bersisik, entah apa sebabnya. Mendengar saya ingin pelihara ular saja dia yang sewot. Padahal yang pegang kan nanti saya -___-‘. Entah bagaimana asal muasal ketakutan atau rasa geli tersebut. Biasanya kejadian buruk atau pengalaman tidak enak dengan hewan tersebut di masa lalulah yang menjadi sumber penyebab rasa takut dan jijik itu timbul. Selain phobia, ada pula kasus alergi yang tidak memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan suatu jenis hewan.

Cicak.jpg

Hampir bisa dibilang saya bukanlah tipe orang yang takut atau jijik dengan hewan. Saya hampir menyukai semua jenis hewan. Terutama jenis hewan yang bisa menjadi pendamping manusia. Hanya beberapa hewan yang mampu membuat saya bergidik, itupun karena trauma di masa kecil. Seperti cicak, saya geli dengan cicak karena dulu ketika kecil, saya pernah kejatuhan ekornya. Ekor cicak yang masih bergerak-gerak meski sudah copot dari tubuhnya waktu itu mengenai tubuh saya secara tiba-tiba. Hingga sekarangpun jika ada cicak di dekat saya saya memilih untuk menghindar. Begitu pula tikus, ekor tikus yang botak, serta pengalaman pernah melihat anak tikus yang masih merah jatuh dr atap rumah, juga membuat saya bergidik hingga sekarang.

tikus.jpg
Selain kedua hewan tadi, hewan-hewan lainnya tidak terlalu menjadi masalah buat saya πŸ˜€
Saya adalah orang yang penasaran dan sedikit sok berani (hoho), karena sifat ini pulalah yang akhirnya membuat saya berani terhadap hewan. Saya percaya jika kita tidak mau mengenal lawan kita bagaimana mungkin kita bisa memahami bahkan menjalin hubungan baik dengan mereka (aseek) LOL. Seperti anjing, awalnya anjing agak menakutkan bagi saya, mungkin akibat doktrin dan memang anjing peliharaan di dekat rumah saya sering menggonggong hingga menimbulkan kesan jahat dan menakutkan, jadilah saya sempat menganggap anjing itu berbahaya, padahal belum sempat mengenal sifat hewan ini. Hingga suatu hari saya ‘main’ ke rumah seorang teman yang memelihara banyak anjing. Rasa penasaran dan sok berani membuat saya memberanikan diri memegang anjing untuk pertama kalinya. Ternyata jika kita tenang dan menunjukkan sikap bersahabat, anjing bisa jadi sangat menyenangkan. Begitu pula kucing, ular, dan hewan lainnya. Semua berawal dr coba-coba lalu keterusan suka :p Bukan tidak pernah saya menerapkan sifat saya pada 2 hewan yang menjadi musuh bebuyutan saya, sudah sering mencoba, yang ada nyali saya menciut duluan, entah mengapa -__-‘… *pasrah*

golden4.jpg

Advertisements